Kali ini ceritadewasa17.org akan menceritakan, Di tempatku bekerja ada seorang penjual kue yang usianya sekitar 40 tahun. Wajahnya cantik dan tubuhnya terlihat masih seksi. Sebut saja namanya Bu Ike. Dia merupakan seorang janda dengan 2 anak perempuan. Anaknya yang pertama merupakan rekan kerjaku namanya Sista.

Menjelang akhir tahun 2015, Sista mengundurkan dri dari pekerjaannya dengan alasan yang tidak jelas. Aku mencoba mencari info tentang kabar Sista. Sampai pada akhirnya ada salah seorang teman memberikan informasi yang tak disangka sangka, berikut percakapan saya dengan teman kantor saya:

Saya : Bapak kenal sama Sista kan… Kira-kira kabarnya sekarang gimana ya pak?

Teman : Iya saya kenal dia, emang kenapa kamu cari dia, kangen sama goyangannya ya?…hahahhaaa

Mendengar jawabannya, saya kaget dan mencoba mengerti maksud dari perkataan teman saya.

Saya : Goyangan apa pak? ada-ada aja bapak ini, saya belum pernah ngerasain goyangan Sista.

Teman : Masak sih..bohong kamu ya?

Saya : Beneran pak belum pernah, emang bapak pernah ya?

Teman : Kalo saya mah sering bahkan sampe bosen, apaladi tiap habis gajian pasti saya langsung booking dia, untuk nemenin bobok siang atau bahkan kadang sampe nginep. Tapi kalo nginep bayarnya mahal, jadi saya seringnya ajak dia waktu siang aja.

Dari percakapan itu aku mencoba menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang Sista. Belum percaya sepenuhnya dengan cerita temanku tadi, aku mencoba cari info sendiri. Berhubung aku tak mempunyai no hp Sista, aku pun mencoba bertanya pada Bu Ike. Agar tak terkesan grusa grusu, aku awalnya ajak ngobrol Bu Ike dengan obrolan santai dulu sebelum akhirnya ke obrolan utama. Dari obrolan santai, tidak tahu mengapa justru obrolan kami mengarah kepada obrolan yang agak pribadi.

Bu Ike jadi curhat ke aku. Dia berkeluh kesah tentang kehidupannya, sampai aku tidak tega mendengar kisahnya itu. Bahkan aku sampai lupa pada tujuan utamaku, dan malah asik mendengarkan curhatan Bu Ike. Untuk menghibur Bu Ike, kucobba untuk mengajaknya berkaraoke di *nul Vista (satu-satunya hiburan yang cukup dekat dengan kantorku). Siapa tau setelah nyanyi dia jadi sedikit terhibur. Jadilah kami berdua berkaraoke ria. Saat berkaraoke, Bu Ike bercerita kalo dia dulu pernah jadi biduan, dan suaranya memang terbilang lumayan. Bahkan Bu ike tidak segan-segan bergoyang di depanku dan menggodaku dengan goyangannya. Sebagai seorang laki-laki normal, tentu saja bereaksi dengan pemandangan tersebut. Aku bangkit dari tempat dudukku dan coba mendekat Bu Ike sambil bergoyang, dan Bu Ike pun memberi respon positif. Saking asyiknya bergoyang, Bu Ike tak sengaja menyentuh kemaluanku, dan dia mengejekku,

“Ihh dedeknya bangun ya…hahahaha…”

Antara malu dan penasaran, aku mencoba tampil kalem dan hanya memberikan senyuman. Setelah kejadian itu, Bu Ike semakin berani menggodaku dengan goyangannya yang cukup erotis. Bahkan dia menempelkan bokongnya ke area kemaluanku. Tentu saja membuatku semakin salah tingkah. Aku coba tetap tenang dan tidak terlalu terbawa suasana.

Semakin lama, goyangan Bu Ike semakin tidak terkendali, bahkan dia sampai berani duduk dipangkuanku sampbil menggoyang-goyang pinggulnya. Dalam hatiku teriak, “Ogh benar-benar gila, kayaknya ini harus dituntaskan diranjang”. Sebelum habis jam karaoke, kuajak Bu Ike untuk makan dahulu karna aku tahu sedari tadi siang dia belum makan. Saat sedang makan aku coba menyinggung kegiatannya saat sedang karaoke, dan Bu Ike hanya menjawab santai,

“Emang kenapa, kamu suka sama goyanganku ya?”
“Suka banget mbak, tapi sayangnya goyanganya masih terhalang sama kain” kataku menggodanya.
“Oohh..kamu mau liat goyanganku kalo lagi telanjang ya…boleh, kapan?…tapi ada syaratnya, boleh liat tapi ga boleh pegang ya” jawabnya santai.

Mendengar perkataan itu aku sontak kaget dan mencoba menegaskan kembali.

Dia berani nantang aku begitu karena dia ingin membalas kebaikanku karena aku sudah mau mendengar curhatannya dan menghibur dirinya. Tanpa berpikir panjang dengan cepat aku langsung mengajak Bu Ike ke hotel. Aku membayangkan gimana lekuk tubuhnya Bu Ike saat bergoyang dalam keadaan telanjang nanti. Sampai lokasi, buka kamar, dan saat yang dinanti tiba. Bu Ike menyuruhku untuk duduk di kursi yang ada di sudut kamar, untuk lebih mendukung suasana, kunyalakan chanell House music.

Sambil diiringi dentuman musik, Bu Ike bergoyang layaknya penari erotis profesional. Dia mulai membuka pakaiannya satu persatu sampai akhirnya tidak ada satu pun kain yang menempel ditubuhnya. Yang melihat itu aku hanya dapat menahan air liurku menetes. Terlihat jelas lekuk tubuh seorang wanita dengan kulit yang bersih, ukuran buah dada yang besar, pinggul yang ideal, bongkahan pantat yang sekal dan selangkangan yang nampak bersih sekali dan tanpa bulu dengan memek yang tembam. Saat sedang asyik melihat goyangannya, tiba-tiba Bu Ike menarik tanganku, seraya mengajakku untuk ikut bergoyang sambil berbisik manja

“Buka bajumu juga doooong, jangan curang deh”

Aku pun langsung menuruti perintahnya, kulucuti seluruh pakain yang menempel di tubuhku sampai pada akhirnya kami berdua pun dalam keadaan bugil. Kutarik tangan Bu Ike menuju kamar mandi, kuajak dia bergoyang sambil ditemani guyuran air dan busa sabun. Aku dan Bu Ike saling mengusapkan sabun keseluruh bagian tubuh, tak terkecuali area sensitif. Dengan lembut tangan Bu Ike mengusap batang Penisku, Aku pun tidak mau ketinggalan untuk mengusap memek dan memainkan klitorisnya. Bu Ike mulai mengeluarkan desahan dan erangan tanda dia merasakan kenikmatan, Kurasakan ada cairan hangat keluar dari dalam memek Bu Ike. Merasa cukup, kami berdua berbilas sampai tidak ada sisa sabun di tubuh kami dan kemudian menuju ranjang.

Didorongnya tubuhku diranjang dan dengan sigap dia langsung mengulum penisku. Saat hendak memasukkan penisku ke dalam mulutnya, dia berkomentar kalo penisku terlalu besar dan panjang jadi tidak bisa masuk semua ke dalam mulutnya. Tapi dia tidak kehilangan akal, dia memainkan lidahnya menjilati seluruh bagian penisku, mulai dari kepala penis, batang, dan kantong penisku habis dilumuri dengan air liurnya. Setelah puas memainkan lidahnya, kini giliranku untuk memainkan memek Bu Ike. Kuposisikan tubuhnya telentang di pinggir kasur, lalu aku berjongkok di tepi kasur dan nampaklah sebongkah daging yang sangat indah dan menggoda.

Kumulai menjilati memek itu dan sesekali kumasukkan lidahku ke dalam lubang memeknya, dan menyedot klitorisnya. Tak berapa lama tiba-tiba tangan Bu Ike menjambak lembut rambutku dan menekan wajahku ke dalam memeknya lalu dia melenguh hebat dan tubuhnya menggelinjang tidak karuan. Setelah dirasa mulai tenang, aku langsungh mengarahkan kepala penisku danmenggesek-geseknya di bibir memeknya. Kuteruskan dengan menekan pinggulku tapi tiba-tiba Bu Ike menjerit, sakit katanya. Lalu aku coba lagi, namun dengan sangat perlahan dan ketika sepertiga batang penisku masuk, terasa ada sesuatu yang menahan kepala penisku di dalam memeknya, rupanya penisku sudah mencapai dinding rahim Bu ike, padahal belum semua batang penisku masuk gumam hatiku.

Perlahan aku mengenjot memeknya dan terasa dinding memeknya seperti meremas batang penisku. Kurasakan ada sensasi pijatan dan hisapan di dalam memek Bu ike. Sesekali kupercepat tempo sodokan penisku di dalam memeknya dan saat itu pula Bu Ike mendesah nikmat. Sampai pada akhirnya Bu Ike menarik pinggulku dan menekan ke arah selangkangannya, tubuhnya menggelinjang hebat diiringi dengan desahan yang cukup keras. Terasa ada remasan dan hisapan yang kuat di penisku, lalu terasa ada aliran cairan yang hangat yang keluar dari dalam lubang memeknya. Kukecup bibri Bu Ike dan dia menatapku seraya berbisik,

“Makasih sayang aku sudah keluar…kamu hebat sekali”

Kemudian aku membalikkan bdan Bu Ike dan mengangkat pantatnya, dengan cepat kembali kumasukan penisku ke dalam lubang memeknya. Kudorong perlahan sedikit demi sedikit, sampai akhirnya kembali mentok. Kucoba menekan lebih dalam lagi, dan Bu Ike kembali menjerit kesakitan. Karena tidak tega, aku tidak paksakan seluruh penisku untuk masuk ke dalam memeknya. Erangan demi erangan yang keluar dari mulut Bu Ike membuatku semakin bergairah, sesekali kuhentakkan penisku ke dinding memeknya, sampai akhirnya penisku kembali merasakan ada sensasi pijatan dan hisapan yang kuat dari dalam memek Bu Ike. Aku tidak mau melewatkan kesempatan untuk dapat mencapai orgasme secara berbarengan dengannya. Lalu kupercepat tempo permainan, semakin cepat, semakin terasa sensasi itu, dan sampai akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang hendak menyembur dari dalam penisku, “CROOOTT…CROOTTT..CROOOTTT…”
kami berdua mengerang kenikmatan sambil aku beberapa kali menyemburkan cairan kenikmatan di dalam memek Bu Ike yang terasa sangat hangat.

Terasa sekali hisapan dan pijatan dinding memeknya semakin kuat seperti tidak mau melepaskan penisku. Kami berpelukan erat dan berciuman dengan liarnya sampai tidak terasa ada cairan spermaku yang tercecer di atas kasur. Permainan sex hari itu kami lakukan berulang kali (seingatku sampai 3x), berbagai macam gaya kami coba untuk meraih kenikmatan dan sensasi yang berbeda. Karena waktu yang hampir habis kami pun bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing. Kami sepakat akan mengulanginya lagi dilain waktu.

Sampai saat ini komunikasiku dan Bu Ike masih berjalan intensif. Dan sudah beberapa kali melakukan aktifitas seks dibeberapa tempat, di kantor, di kostanku, di rumahnya, dan di hotel tentunya. Aku malah lupa akan tujuan awalku yang ingin merasakan kenikmatan tubuh Sista , mudah-mudahan lain waktu aku bisa merasakan kenikmatan tubuh kedua-duanya.

Selesai.

 

Togel Sydney, Togel SGP, Togel Hongkong, Kumpulan Situs Terpercaya, Link Alternatif Bandar Q, Link Alternatif Togel Online, Daftar Poker Online, Togel Online, Agen Togel, Judi Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here